Pemda Padang Lawas Diminta Perhatikan Mahasiswa Jangan Hanya Memanfaatkan Saat Diperlukan


Jakarta, SBNews.co.id - Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) yang diadakan pada tanggal 7 - 13 Oktober di Jakarta oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang juga dimeriahkan oleh peserta perwakilan dari Kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara.

Mereka yang jadi perwakilan peserta kebanyakan diambil dari Mahasiswa Padang Lawas yang sedang studi di Jakarta dan sekitarnya. Hal tersebut mendapat sorotan dari M. Zulsaddam Demisioner Ketua Himpunan Mahasiswa Padang Lawas (Himapalas) Jabodetabek priode 2016 s/d 2018.

"Kami bukan tidak mendukung acara Pekan Kebudayaan ini, hanya saja kami beranggapan bahwa Mahasiswa yang diikutkan pada acara tersebut seolah dimanfaatkan, selain itu pihak Pemda Padang Lawas terkesan tidak profesional dan tidak serius dalam menyukseskan acara PKN 2019 ini, hal  terlihat dengan jangka waktu persiapan sangat minim (3 hari) untuk event Nasional yang membawa nama daerah, serta ketidakjelasan anggaran dan kordinasi dari pihak pemda yang menimbulkan pesan bahwa Pemda tidak bersungguh - sungguh memperjuangkan nama baik palas di ajang PKN ini.

Karena selama ini kami merasa Pemda tidak peduli dan enggan memberi perhatian, lantas kenapa sekarang Pemda punya hajatan Mahasiswa Palas Jakarta yang dipanggil" Cetus Saddam.

Kenyataannya ratusan Mahasiswa asal Kabupaten Padang Lawas, misalnya yang sedang menimba ilmu di Jakarta belum pernah tersentuh bantuan pendidikan dari Pemda Padang Lawas alias kurangnya perhatian padahal mereka sangat membutuhkan hal tersebut, namun setiap mereka pulang ke daerah dan menanyakan hal tersebut mereka disuguhkan dengan jawaban yang tak semestinya  didengar.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Padang Lawas tidak punya anggaran untuk itu! “ sungguh sangat ironis.

Saddam berharap, kedepan Pemda Padang Lawas dan Bupati terpilih agar bisa memperhatikan Mahasiswa Palas yang menimba ilmu di Jakarta dan sekitarnya, tidak hanya dibutuhkan pada saat event tertentu saja "Ya itupun kalau memang kami dianggap bagian dari Padang Lawas, "tutup Saddam. ( Br )

Label: