Konspirasi Busuk Serta Pendzoliman Akibat Perilaku Korup Oknum Pejabat Pandeglang Dan Koordinator Proyek

Koalisi Masyarakat Pandeglang Anti Korupsi Pandeglang unjukrasa di Kantor PUPR Pandeglang (Kamis 3/10/2019)



Pandeglang, SBNews.co.id - Koalisi Masyarakat Pandeglang Anti Korupsi Pandeglang (KAMPAK) gulung Dinas PUPR kabupaten Pandeglang pasalnya dinilai terjadi dugaan persekongkolan antara eksekutif, legeslatif dan pengusaha. Dampak dari itu semua berakibat pembangunan di Bumi Badak Cula Satu ini selalu terhambat karena susutnya anggaran akibat perilaku korup mereka. Sistem yang diciptakan oleh para oknum yang ingin meraup keuntungan dengan mengeruk keuangan negara yang telah dipertontonkan dalam proses lelang di ULP dinilai telah tercium aroma busuk yang membuat kegaduhan yang dimulai dari proses lelang yang tidak transparan hingga diduga proses lelng hanya formalitas belaka alias sandiwara pemangku jabatan.



Aditsama Korlap Aksi kepada media ini mengatakan, hal ini terjadi sudah sangat kronis terjadi di Pandeglang sistem yang dibangun ini rata rata mereka bermental korup hingga sangat merugikan masyarakat Pandeglang pembangunan menjadi terlambat. " Proyek di Pandeglang tidak mulus terlalu banyak yang dikorup hingga para pengusaha tidak bisa maksimal hingga kita nyatakan bahwa pembangunan di Pandeglang tidak berkwalitas dan berkwantitas," tegasnya.

Sementara dikatakan Ucu Fahmi salah satu Orator Aksi mengatakan, rakyat kecil di Pandeglang terdzolimi dengan perilaku haram yang dilakukan para oknum yang mencari keuntungan pribadi dengan segala caranya. Lihat sekarang, ucapnya posisi strategis pemerintahan kabupaten Pandeglang diduduki oleh keluarga Bupati Pandeglang Irna Narulita beserta kroni dan antek antek setianya. " Asep Rahmat Kepala Dinas harus bertanggung jawab atas semua ini harus bertanggung jawab terhadap pembangunan infra struktur yang semua amburadul," katanya.

Pihaknya mengaku jika pembangunan di Pandeglang ini dipenuhi dengan kongkalikong yang dengan pengusaha sebagai kordinator proyek yang memonopoli proyek ini, bahkan lebih parah lagi keterlibatan oknum Anggota legeslatif dari partai Demokrat yang berinitial (IA) ini yang turut jadi navigator proyek ini. Hal ini jelas konsfirasi busuk dan pendzoliman kepada masyarakat Pandeglang, pungkasnya. (dad)

Label: ,