Murid Baru SMAN 1 Sawahlunto Bernafas Lega, Ini Solusi Disdik Sumbar
Kontributor SBNews.co.id dalam menjalankan tugas peliputannya dilengkapi dengan Id Card yang masih berlaku serta namanya tercantum di box redaksi. Jika anda memiliki keluhan terkait kinerja tim kami dilapangan silahkan hubungi 08772666229

Murid Baru SMAN 1 Sawahlunto Bernafas Lega, Ini Solusi Disdik Sumbar

14 September 2019

SMA Negeri 1 Kota Sawahlunto. (Foto: sawahluntotourism.com)


Padang, SBNews – Peristiwa yang menghangat akhir – akhir ini, bahwa nyaris akan dikeluarkannya sekitar 18 orang siswa baru SMA Negeri 1 Kota Sawahlunto, dikarenakan kelebihan kapasitas penerimaan siswa sebagaimana sesuai prosedur dan sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik), mulai mereda.

Suryanto, M.Pd, Kepala Bidang Pembina SMA Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat menyebutkan kepada SBNews, sore Jum’at (13/9/2019), bahwa pihaknya tanggal 12 September 2019 sudah melakukan rapat di Kantor Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto bersama pihak SMA Negeri 1 Kota Sawahlunto, perwakilan Wali Murid baru SMA Negeri 1 Kota Sawahlunto, Kapolsek Sawahlunto, Bhabinkamtibmas serta yang lainnya.

“Ya kita sudah rapat dengan semua pihak. Intinya, masalah yang terjadi terhadap murid baru SMA Negeri 1 Kota Sawahlunto sudah teratasi. Kami menyepakati sistem jarak tempat tinggal ke sekolah. Dimana siswa yang jaraknya dekat dengan SMA Negeri 1 Kota Sawahlunto, akan di prioritaskan. Sementara jarak yang jauh dari SMA Negeri Kota Sawahlunto, bisa pindah ke SMA Negeri 2 dan SMA Negeri 3 Kota Sawahlunto,” ujar Suryanto.

Kepsek SMA Negeri 1 Mengundurkan Diri
Dalam kesempatan yang sama, Suryanto pun menyampaikan, bahwa Sri Sumarni, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kota Sawahlunto akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya. Informasi itu dipastikan keabsahannya oleh Suryanto.

Sebelumnya, Sri Mulyani mengakui bahwa memang ada kesalahan dalam penerimaan siswa baru di SMA Negeri 1 Kota Sawahlunto, yang akibatnya terjadi kelebihan kapasitas siswa dan bermasalah di Dapodik.

Ia mengakui, penerimaan siswa baru SMA Negeri 1 Kota Sawahlunto sudah terkunci untuk 7 ruang belajar, per-tanggal 1 September 2019. Masing – masing ruang belajar, sesuai peraturan, hanya bisa menampung 32 orang siswa dan maksimal 36 orang.

Ketika pihak Disdik Sumbar melakukan Sidak, ditemui ternyata jumlah siswa ada yang mencapai 42 orang untuk beberapa ruangan. Itu artinya, terjadi kelebihan kapasitas dan sangat tidak dibenarkan dan tidak akan diterima di sistem Dapodik.

“Dengan keadaan ini, semua menyorot dan menyalahkan saya. Padahal saya sudah berusaha melakukan yang terbaik,” ujar Sri Sumarni, kepada SBNews kemarin.

Rico Alviano Monitor Solusi Disdik Sumbar
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rico Alviano,ST, melakukan monitor intensif setiap proses penyelesaian masalah siswa baru di SMA Negeri 1 Kota Sawahlunto.

“Siswa baru SMA Negeri 1 Kota Sawahlunto diterima kembali. Besok sudah mulai sekolah. Saya monitor intensif dan sebelumnya sudah menemui Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat bersama Bang Tarjok/ Taufik Syahrial,” ungkap Rico Alviano. (Rico Adi Utama)


close
Banner iklan disini