Jika Yobana Samial – Elfi Berpasangan, Incumbent Terancam!
Kontributor SBNews.co.id dalam menjalankan tugas peliputannya dilengkapi dengan Id Card yang masih berlaku serta namanya tercantum di box redaksi. Jika anda memiliki keluhan terkait kinerja tim kami dilapangan silahkan hubungi 08772666229

Jika Yobana Samial – Elfi Berpasangan, Incumbent Terancam!

12 September 2019

Dari kiri: Suhatri Bur, Elfi dan Yobana Samial.


Oleh : RICO ADI UTAMA

Ir. H. Elfi,MM Datuak Tumanggung Sati, Pria kelahiran Pauh Kamba Kabupaten Padang Pariaman, tanggal 14 Desember 1964 ini, mulai kuat didengungkan bakal maju Pilkada Kabupaten Pariaman 2020 mendatang. Ia adalah anak dari pasangan H. Mansyurdin dan Hj. Romsmanidar.

Setelah menamatkan Sekolah Dasar (SD) di Marunggi tahun 1977, Ia mesti pindah ke Solok ikut dengan orang tuanya dan melanjutkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) disana. Namun, Elfi junior menamatkan SMA di Kota Padang, tahun 1984. Iapun kuliah di Jurusan Teknik Sipil Universitas Andalas (UNAND), tamat tahun 1992, kemudian kuliah S2 lulus di Universitas Putera Indonesia (UPI) YPTK Padang dan tamat tahun 2005.

Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), bagi Elfi adalah sebuah pengabdian dan kewajiban mengimplementasikan ilmu yang didapatnya di sekolah dan bangku kuliah. Ia mengabdi menjadi pegawai dengan kerja terbaiknya sejak di Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Dharamasraya dan saat ini di Kabupaten Kepulauan Mentawai, dengan jabatan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Keterampilan Elfi dalam bidang kontruksi berbanding lurus dengan kecerdasannya soal pembangunan daerah secara utuh, termasuk dalam pengelolaan anggaran  yang tepat guna. Maka, wajar saja kondisi Kabupaten Kepulauan Mentawai yang dengan masa sulitnya mengalami defisit, mampu didorong Elfi hingga merahi Opini Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Republik Indonesia.

Dilain sisi, terdapat sosok yang tangguh dan tidak pernah berhenti berbuat untuk kampuang halamannya, sejak Ia menyatakan pulang kampung dan berbuat untuk Piaman Laweh (Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman sekitarnya) tahun 2000an hingga saat ini, yakni H. Yobana Samial,SH. Sosok yang satu ini lebih banyak dikenal dengan program keagamaannya, untuk membentengi ummat dari wabah penyesatan dan kristenisasi serta mewujudkan masyarakat Padang Pariaman yang beriman dan bertaqwa.

Yobana Samial adalah mantan Perwira TNI Angkatan Laut (AL), yang menyatakan mundur dan bergabung dengan rakyat sipil, agar bisa berbuat lebih banyak lagi untuk masyarakat. Lalu, dirinya menjadi advokat/ pengacara, demi membela orang – orang yang berhadapan dengan hukum.

Usai puas menjadi advokat, Yobana Samial memilih jalan menjadi notaris, profesi yang ditekuninya hingga saat ini. Menjadi seorang notaris, tidak begitu menyita waktu Yobana Samial berpikir untuk kampung halamannya. Maka, wajar saja sejak tahun 2000an, Ia bisa turun ke kampung halaman, bertepatan peristiwa maraknya kristenisasi di Minangkabau, khususnya Sumatera Barat.

Bersama rekan – rekan seperjuangannya; ulama dan ustadz yang ada di Sumatera Barat, Yobana Samial membentuk sebuah lembaga yang diberi nama Paga Nagari. Sesuai namanya, Paga Nagari memiliki misi memagar nagari Minangkabau dari wabah/ misi kristenisasi, karena tidak bisa ditawar – tawar lagi, sesuai semboyan Adaiak Basandikan Syarak, Syarak Basandikan Kitabullah (ABS – SBK) menjadi pedoman baku orang Minangkabau dalam kehidupan adat dan beragamanya, namun tetap menghormati toleransi ummat beragama.

Tidak sampai disana saja, Yobana Samial akhirnya mencetuskan ide yang lebih spesifik tentang pendidikan agama Islam di kampung halamannya, Kabupaten Padang Pariaman. Ia menerapkan dibeberapa sekolah selama 4 tahun lamanya; program Tausiyah Lima Menit (Taslim).

Program tersebut terganjal oleh banyak kendala pada saat itu, termasuk salah satunya adalah restu dari pemerintah Kabupaten Padang Pariaman yang dinilai setengah hati. Maka, pada tahun 2005, Yobana Samial mencoba untuk maju ke kursi eksekutif, dengan harapan ketika meraih tampuk kekuasaan, Ia bisa lebih leluasa lagi membentengi kampung halamannya dan menggalakkan program ke Islaman di Kabupaten Padang Pariaman.

Namun, pada tahun itu Yobana Samial, belum bisa melacarkan keinginannya untuk eksekutif. Sehingga pada tahun 2010, Yobana Samial kembali ikut Pilkada Padang Pariaman dan kalah, dikarenakan tidak memiliki saksi TPS serta adanya indikasi surat suara yang diduga sengaja dirusak, yang mencapai ribuan surat suara.

Pada tahun 2015, Yobana Samial, kembali berjuang untuk ikut dalam kontestasi politik. Naas, pada kesempatan kali ini, Ia tidak sukses mendapatkan partai pengusung dan itu terjadi di detik – detik pendaftaran ke KPU Kabupaten Padang Pariaman. Sebelumnya, Yobana Samial bersama Damsuar, sudah berusaha semaksimalnya untuk melakukan lobby lintas partai dan melakukan beberapa kesepakatan, tetapi pola oknum partai yang disinyalir tidak bersih, membuat mereka kurang mendapatkan kursi partai di parlemen sebagai syarat maju di Pilkada.

Pada tahun 2020 mendatang, Yobana Samial mengaku akan all out dan ini adalah kesempatan terakhirnya untuk ikut Pilkada di kampungnya itu.  Ia telah sorot oleh banyak tokoh politisi di Kabupaten Pariaman dan beberapa diantaranya, kepada penulis sudah menyampaikan niat hendak berpasangan dengan Yobana Samial.

Laris manisnya nama Yobana Samial di akar rumput Padang Pariaman, membuat dirinya memiliki posisi tawar yang tinggi. Namun, Yobana Samial tetap santai menyikapinya dan menyatakan, bahwa untuk memilih pasangan itu harus ekstra hati – hati dan pastinya harus memiliki komitmen dan persepsi yang sama untuk mewujudkan Padang Pariaman yang lebih baik.

Melihat kecocokan aura/ kharismatik kandidat yang bakal maju di Pilkada Kabupaten Pariaman 2020 itu, Elfi Datuiak Tumanggung Sati adalah sosok yang sangat cocok menjadi pasangan Yobana Samial.

Keduanya, memiliki basis yang berbeda, dimana Yobana Samial berasal dari Kecamatan Sungai Limau dan Kecamatan Gasan (Malai), sementara Elfi dari Pauh Kamba. Tetapi, Yobana Samial melihat peta politik tahun 2010, Ia memiliki kans politik yang bagus di daerah selatan Padang Pariaman, khususnya Kecamatan Lubuk Alung dan sekitarnya.

Artinya, ketika kedua sosok ini sempat berpasangan, bukan tidak mungkin Suhatri Bur,SE,MM, Wakil Bupati Padang Pariaman Aktif (Incumbent), yang juga hendak maju dan menargetkan kursi Bupati akan terancam oleh kehadiran Yobana Samial – Elfi. Sebab, basis Elfi di selatan Padang Pariaman yang kuat ditambah kans politik Yobana Samial disana, apalagi Ia juga berasal dari utara Kabupaten Padang Pariaman, membuat kombinasi kekuatan yang mengkhawatirkan bagi Suhatri Bur nantinya. *)

*) Profil Penulis


close
Banner iklan disini