Inilah Balon BA 1 – BA 2 Sumbar Dari Piaman Laweh
Kontributor SBNews.co.id dalam menjalankan tugas peliputannya dilengkapi dengan Id Card yang masih berlaku serta namanya tercantum di box redaksi. Jika anda memiliki keluhan terkait kinerja tim kami dilapangan silahkan hubungi 08772666229

Inilah Balon BA 1 – BA 2 Sumbar Dari Piaman Laweh

18 Agustus 2019



OPINI
Oleh : RICO ADI UTAMA

Piaman Laweh bukanlah nama sebuah daerah administrasi, tetapi saat ini Piaman Laweh adalah perwakilan daerah dengan dua daerah administrasi/ pemerintahan; Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman di Provinsi Sumatera Barat.  

Konon, kata ‘Laweh’ (Indo: Luas), menurut sejarahnya memang memiliki daerah terrtorial dan administrasi yang luas, khususnya Kabupaten Padang Pariaman saat itu. Sebagian daerah di Kabupaten Agam saat ini, seperti Tiku termasuk wilayah Kabupaten Padang Pariaman dulunya.

Begitu juga dengan beberapa Kecamatan yang ada di Kota Padang saat ini, juga bagian dari wilayah Kabupaten Padang Pariaman, dulunya pula. Hal itu bisa ditelusuri dari adat dan budaya sebagian di Kabupaten Agam dan Kota Padang, yang masih beraroma Piaman Laweh.

Berhubung Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Tahun 2020 semakin dekat, Sumatera Barat (Sumbar) juga akan memilih Gubernur dan Wakil Gubernur-nya untuk periode 2020 – 2025. Maka, Piaman Laweh tentu tidak mau ketinggalan kembali ingin putera daerahnya memimpin Sumatera Barat.

Pada masa Kekuasaan Irwan Prayitno di Periode Pertamanya menjadi Gubernur, Ia didampingi Wakil Gubernur berasal dari Piaman Laweh, yakni Muslim Kasim, Mantan Bupati Padang Pariaman. Kekuatan/ motivasi demokrasi mulai menjangkiti tokoh dan elit politik serta masyarakat Piaman Laweh, dalam menghadapi pesta demokrasi itu dan ingin menitipkan Putera Asli Daerah (PAD)-nya.

Dari berbagai informasi, diskusi dan input secara umum, Saya dapat memberikan beberapa referensi sosok – sosok yang akan muncul sebagai cikal Bakal Calon (Balon) BA 1 Sumbar (Gubernur) dan Balon BA 2 Sumbar (Wakil Gubernur) yang berasal dari Piaman Laweh, berikut nama – nama yang dimaksud:

1. Drs. H. Mukhlis Rahman, MM
Pengalaman Birokrasi Mukhlis R, sapaan akrab Mukhlis Rahman, sangat mapan sekali. Ia menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari bawah hingga puncaknya di Piaman Laweh, terakhir dengan jabatan Sekretaris Daerah Pemerintahan Kota Pariaman.

Berbagai jabatan sudah Ia kenyam, termasuk menjadi Kepala Bagian (Kabag) Hubungan Masyarakat (Humas), Kepala Dinas Pariwisata dan jabatan OPD lainnya di Pemerintahan Kota Pariaman.

Setelah sukses mencapai puncak Birokrasi di Kota Pariaman, Mukhlis ternyata akhirnya terpilih sebagai Walikota Pariaman dan itu Ia kenyam pula hingga dua periode lamanya (Tahun 2008 – 2018).

Keahliannya dalam strategi tidak bisa diragukan lagi, Ia sangat berhati – hati dalam menentukan sikap politik. Tajam dalam analisa dan safety pula dalam membuat kebijakan, terutama saat menjabat Walikota Pariaman tersebut.

Mukhlis R, memang tidak terlalu muncul ke permukaan saat ini. Tetapi Ia sedang memperhatikan berbagai keadaan terkait bursa Pilkada Provinsi Sumatera Barat dengan sangat baik dan tenang sekali.

Kekukuhannya terhadap prinsip dan tegas dalam bertindak, menjadi cirri khas seorang Mukhlis R. Beberapa tokoh Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP), sangat dekat dan suka dengan sosok yang satu ini.

Maka, sangat wajar sekali akan terbuka peluang Mukhlis R menjadi rekomendasi unggulan dari Piaman Laweh sebagai kontestan Balon BA 1 atau BA 2 Sumbar dari Piaman Laweh.

2. Drs. H. Ali Mukhni
Adalah Bupati Kabupaten Padang Pariaman aktif saat ini. Ia akan menghabiskan masa jabatannya tepat Tahun 2020 mendatang dan daerah ini juga akan ikut dalam kontestasi Pilkada serentak 2020.

Selain itu, Ali Mukhni juga menjabat Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Sumatera Barat. Pada Pemilihan Umum (Pemilu) April 2019 kemarin, Partai PAN di DPRD Provinsi Sumatera Barat meraih sebanyak 10 kursi parlemen.

Kabarnya, untuk syarat Mencalonkan Kandidat BA 1 – BA 2 Sumbar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) adalah 20% dari jumlah kursi DPRD setempat. Untuk Pilkada Sumbar dari 65 kursi DPRD Provinsi Sumatera Barat, minimal sesuai syarat baru bisa mengusung calon, harus memiliki minimal 13 kursi parlemen.

Jadi, Ali Mukhni selaku Ketua DPW PAN Provinsi Sumatera Barat, sangat kecil kemungkinan tidak mendapat rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN, untuk diusung BA 1 Sumbar. Maka, jika Ali Mukhni ingin maju, Ia harus mencari 3 kursi parlemen lagi dari partai lainnya.

Selain itu, Ali Mukhni juga terbilang lincah dalam berpolitik. Konon, ternyata dulunya sebelum mendapat jabatan politik dimulai dari Wakil Bupati dimasa Muslim Kasim, Ia hanyalah seorang Guru Olahraga di Sekolah.

Kelincahan Ali Mukhni tentu menjadi ancaman politik oleh beberapa pihak. Sehingga sangat wajar sekali akhir – akhir ini, Ali Mukhni banyak disandungkan dengan berbagai masalah hukum dan politik di internal partainya.

Namun, peluang Ali Mukhni untuk melaju mencalonkan diri di Pilkada Sumbar, sangat besar sekali kemungkinannya.

3. H. Refrizal
Ia adalah kader Partai Keadilan Sosial (PKS) yang cukup senior. Terpilih sebagai Anggota DPR RI untuk tiga periode lamanya sejak tahun 2004. Tapi, pada Pemilu April 2019 kemarin, Refrizal tidak lagi beruntung mendapat jatah kursi DPR RI.

Namun, Refrizal untuk di rekomendasi oleh Dewan Syuro PKS, cukup besar pula peluangnnya. Karena Ia juga memiliki pengaruh yang kuat di DPP PKS. Selain itu, Ia saat ini juga dipercaya sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP).

Walaupun, akhir – akhir ini yang digadang – gadang di Sumbar adalah sosok Walikota Padang yang baru terpilih untuk periode keduanya, yakni H. Mahyeldi Ansharullah, SP, yang juga merupakan kader berkualitas PKS.

Namun, Partai PKS untuk sikap politiknya tetap yang memiliki pengaruh kuatnya adalah Dewan Syuro. Selain Dewan Syuro tersebut, PKS juga cenderung berpatokan pada hasil survey. Maka, biasanya PKS akan mengusung calon yang memiliki elektabilitas yang tinggi dari hasil survey tersebut.

Kelemahan Refrizal dibandingkan Mahyeldi, adalah tingkat popularitas. Sebab, Mahyeldi selain Walikota Padang aktif, Ia juga dikenal sebagai sosok yang ramah dan sederhana. Hal itulah menjadi tantangan berat bagi Refrizal nantinya.

Tetapi, menurut informasi yang berhasil Saya himpun, ternyata Mahyeldi memiliki janji politik saat Pilkada Kota Padang 2018 lalu. Kalau tidak salah, dalam salah satu debat calon Ia dengan tegas dan berapi – api berjanji tidak akan maju Pilkada Sumbar dan akan menuntaskan tugasnya selama 5 tahun, apabila kembali terpilih menjadi Walikota Periode 2018 – 2024.

Maka, sebagai sosok yang dikenal agamis dan digelar sebagai Ustadz, biasanya jarang sekali mangkir dari janjinya. Belum lagi Mahyeldi akan ditagih oleh masyarakat Kota Padang yang memilih dan dipimpinnya saat ini. Sehingga, bisa saja Refrizal pada akhirnya melenggang ikut mencalon diri BA 1/ BA 2 Sumbar, yang mana PKS memiliki 10 kursi di DPRD Sumatera Barat dan ditambah 3 kursi lagi dari partai lain dengan berkoalisi.

Itulah 3 sosok yang berkemungkinan menurut Saya bakal bertarung di Pilkada Sumatera Barat 2019 mendatang. Mungkin masih terdapat sosok berpotensi lainnya dari Piaman Laweh yang saat ini sedang dibicarakan oleh beberapa orang di Ranah dan Rantau Piaman Laweh. Tetapi, secara aktual dan faktual lapangan, hanya 3 nama itu yang saya yakini memiliki peluang besar. (*)

Vidio Penulis
Klik : RICO ADI UTAMA CHANNEL

close
Banner iklan disini