GMAKS: Antisipasi Musim Kemarau, Pemprov Banten ‘Wajib’ Cari Solusi

Saeful Bahri


Oleh : Saeful Bahri/ Ketua Umum GMAKS

Prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bahwa Banten dan sekitarnya akan mengalami kemarau panjang selama 2 (dua) bulan kurang lebih, tidak bisa dipandang sebelah mata. Kemarau akan berakibat fatal bagi masyarakat, apabila tidak ditanggulangi dengan baik, akibatnya nyatanya; kekeringan air bersih, potensi polusi udara, masalah pertanian dan banyak lagi.

Gerakan Moral Anti Kriminalitas (GMAKS) menyikapi hal ini, karena akibat yang luar biasa dari kemarau itu, tentu sangat berhubungan erat dengan hajat hidup orang banyak, khususnya masyarakat Banten yang akhir – akhir ini menjadi perhatian GMAKS.

Maka GMAKS mengharapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten pro aktif mencari solusi yang lebih cerdas dalam menanggulangi dampak kemarau dalam dua bulan kedepan, sesuai prediksi BMKG. Salah satunya soal suplay air dan/ atau distribusi air bersih, yang belum lama ini sudah dilakukan oleh pihak Polda Banten, yang diberikan langsung kepada masyarakat, dengan mengirim beberapa tanki air bersih.

Namun, Pemrov Banten belum juga bergerak lebih maksimal sebagaimana yang dilakukan oleh pihak Polda Banten. Sangat tidak mungkin Pemprov Banten termasuk beberapa Pemerintah Kabupaten/ Kota yang terdampak di Banten, tidak bisa melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Polda Banten.

GMAKS dengan tegas mengingatkan Pemprov Banten, agar jangan menunggu jeritan masyarakat serta dampak sosial, baru akan bergerak. Itu sangat melukai hati masyarakat Banten dan seolah – olah masalah kemarau bukan masalah serius.

Apa susahnya Pemrov Banten dan Pemkab/ Pemko se Banten yang terdampak kemarau, mengakomodir Organisasi Perangkat Daerah (OPD) nya masing – masing, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kehutan dan yang terkait, untuk memberikan solusi dari masalah kemarau itu. Juga, jika perlu buat fasilitas untuk masyarakat dengan membuat Pos Layanan Pengaduan Masyarakat, yang mana masyarakat terdampak kemarau dapat membuat laporannya langsung kepada pemerintah setempat.

Apabila harapan ini enggan direalisasikan oleh Pemprov Banten dan Pemkab/ Pemko yang wilayahnya juga terdampak secepatnya, tunggu saja pekikan rakyat Banten yang menuntut pemerintahnya sendiri. Padahal, mengantisipasi dampak, lebih baik dari pada memperbaiki dampak. (***)

Label: