Busyet !!! Proyek 700 juta Konsultan Pengawas Mangkir, Pelaksana Absen, Petukang Semau Gue

para pekerja proyek yang lolos dari pengawasan karena ditinggalkan oleh pengawas dan pihak pelaksana di Bendung DI Cileubak desa Sukacai kecamatan Jiput

" Proyek yang didanai dari Dana Alokasi Khusus APBN pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten Pandeglang pada Bidang Sumber Daya Air (SDA) diduga dikerjakan asal jadi, sangat ironis emang terjadi pada proyek negara itu dengan anggaran sebesar Rp 740 juta konsultan mangkir dan lalai dalam tugasnya, hingga hal ini berakibat para pekerja semaunya dalam bekerja lebih parah lagi batu kali digunakan sebagai pengganti batu split untuk campuran adonan beton dan dipakai urugan untuk meminimalisir pengeluaran material"

Pandeglang Banten, SBNews.co.id - Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Cileubak di desa Sukacai kecamatan Jiput disinyalir asal jadi dalam pengerjaannya. Proyek tersebut kini sedang berlangsung bahkan menurut warga sekitar hampir sebulan lamanya.

Pantauan SBNews.co.id di lapangan Sabtu (24-8-2019), dalam pengerjaan betonpun pihak pelaksana tanpa menggunakan alat berupa molen sebagaimana lazimnya pengerjaan beton. Padahal proyek rehab ini sangat riskan ambruk kembali apabila formulasi dan komposisi dari material yang digunakan kurang berkwalitas.

Selain itu juga terpantau, adanya penggunaan bahan materian yang digunakan di dasar sungai itu sendiri seperti pengambilan batu kali sebagai bahan kerikil campuran beton manual yang diaduk dengan menggunakan cangkul. Bahkan lebih parah lagi dalam pembuatan sloop  pihak pekerja dilapangan langsung menuangkan kerikil - kerikil yang diambil dari dasar sungai itu kedalam backisting tanpa diaduk dengan pasir. 

Proyek ini dilaksanakan oleh CV. Ahdiat Mandiri Sukses, yang beralamat di Kp. Margaluyu desa Babakan Lor Cikeudal Pandeglang dengan menggunakan anggaran senilai Rp. 740 jutaan ini melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019.


Sangat disayangkan terpantau di lokasi proyek sangat fantastis dengan nilai sebesar itu, rupanya pihak konsultan pengawas tidak bekerja sesuai dengan pungsinya dan tidak ada dilokasi. Hingga para pekerja kuli yang mengerjakan proyek tersebut tanpa adanya pengawasan dan intruksi.

Saat dikonfirmasi Eka yang mengaku sebagai kontraktor pelaksana mengatakan, pihaknya benar dalam 2 hari ada kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan. “ adapun mengenai adanya penggunaan batu kali dilokasi tidak tahu persis pasalnya kami telah belanja material tersebut dan dilansir menggunakan motor tosa roda 3,” jelas Eka.

Namun saat dimintai nama konsultan pengawas proyek itu pihak pelaksana tidak menberikan jawaban mengenai nama pengawas lapangan tersebut.   (dad)




Label: