Bau Menyengat & Kepulan Asap Sertai Debu Akibat PLTU Banten 2 Labuan Resahkan Warga Sekitar

Pandeglang Banten, SBNews.co.id - Kepulan asap disertai debu halus yang bau menyengat tercium sampai kepemukiman warga kampung Kalangsari desa Cigondang kecamatan Labuan - Pandeglang dan sekitarnya. Bau menyengat yang ditimbulkan diduga akibat pengolahan atau bongkaran Batu Bara PLTU Banten 2 Labuan, Jum'at (30/8/2019).

Pencemaran udara yang bau cukup menyengat tersebut dikeluhkan warga kampung Kalangsari dan sekitarnya hingga menimbulkan Batuk-batuk yang menyesakkan pernafasan.

"Bau menyengat yang bersumber dari PLTU Banten 2 Labuan membuat saya batuk dan sesak bernafas, kejadian seperti ini memang tidak setiap hari, tetapi hal seperti ini sangatlah mengganggu pernafasan," tutur Endang Warga kampung Kalangsari kepada SBNews.co.id.

Masih dikatakan Endang, menurutnya jarak dari PLTU itu radiusnya cukup jauh hingga 300 meter bahkan lebih, namun bau menyengat tersebut cukup tajam tercium.

"Padahal dari PLTU ke tempat tinggal saya cukup jauh hingga lebih dari 300 meter namun bau zat kimia yang menyengat sangatlah tercium tajam dan sangat mengganggu pernafasan," jelasnya.

Masih di Lingkungan kampung Kalangsari, M. Yaya selaku pihak Lembaga Generasi Muda Peduli Tanah Air (Gempita) mengatakan kepada awak Media, bahwa bau menyengat yang disertai debu halus itu jelas bersumber dari PLTU Banten 2 Labuan.

"Sudah saya telusuri, bahwa bau zat kimia yang menyengat tersebut memang bersumber dari lokasi PLTU Banten 2 Labuan, apalagi jika di dekati kelokasi itu debu halus dan bau menyengat sangatlah terasa serta jarak pandangpun terbatas akibat Debu yang mungkin ditimbulkan oleh Batu Bara PLTU Banten 2 Labuan," ungkap M. Yaya.

"Pencemaran udara serta lingkungan penduduk yang diakibatkan dari pembangkit listrik itu tentunya sangat mengganggu kesehatan, karena baunya cukup menyengat. Atas tetjadinya hal seperti ini, kami meminta pihak pemerintah khususnya bidang Lingkungan Hidup untuk segera periksa kegiatan PLTU Banten 2 Labuan itu," pungkasnya.

Terpisah dikatakan Irwin pihak Humas PLTU Banten 2 Labuan, dijelaskannya bahwa bau yang diserai debu halus itu diakibatkan dari bongkaran Batu Bara yang sangat kering dan lama terbkena terik matahari di musim kemarau sekarang ini.

"Bau dan debu halus itu akibat adanya kegiatan bongkar batu bara dari tongkang, karena lama terapung ditongkang yang terkena panasnya matahari hingga saat bongkaran menimbulkan debu batu bara yang tertiup angin dari Selatan mengarah ke pemukiman di kampung Kalangsari," ucap Irwin melalui Telepon genggamnya.

Irwin juga menjelaskan, bahwa kejadian semacam itu sering disosialisasikan oleh pihaknya kepada warga sekitar, termasuk kepada Sekretaris Desa, yakni Bahri, ketika menanyakan hal yang serupa tempo lalu. "Hal demikian pernah terjadi manakala dimusim kemarau, dan pernah saya sosialisasikan kepada warga, agar warga setempat mengetahuinya," tutup Irwin. (Irf)

Label: