Ribuan Peserta KPM PKH Tahun 2019 Diprediksi Gagal Cair
Kontributor SBNews.co.id dalam menjalankan tugas peliputannya dilengkapi dengan Id Card yang masih berlaku serta namanya tercantum di box redaksi. Jika anda memiliki keluhan terkait kinerja tim kami dilapangan silahkan hubungi 08772666229

Ribuan Peserta KPM PKH Tahun 2019 Diprediksi Gagal Cair

02 Juli 2019

                                       Poto: Google
Pandeglang Banten, SBNews.co.id - Ribuan peserta Keluarga Penerima Manfa'at Program Keluarga Harapan (KPM-PKH) dari beberapa kecamatan di kabupaten Pandeglang diprediksi Tahun ini mengalami gagal cair, umumnya Peserta terbentur oleh berbagai persoalan mulai dari tingkat status sosial yang sudah mulai membaik sampai Kartu rekening yang sama sekali tidak memiliki saldo. Dari beberapa informasi yang di peroleh SBNews, Peserta KPM-PKH yang belum pasti menerima bantuan mencapai 9000 Peserta, bahkan mungkin bisa lebih.

"Persoalan itu bukan sesuatu yang mudah ditambah, Informasi yang kami terima dari Dinas sosial Kabupaten Pandeglang sangat mendadak, kami sendiri merasa kesulitan harus dengan cara apa memberikan keterangan dan rasa pengertian pada KPM ketika Mereka sudah tidak layak lagi menerima bantuan dari Program PKH," terang salah satu Pendamping PKH tingkat desa yang namanya minta untuk tidak dipublikasikan.

Sementara Iip suherman Koordinator KPM-PKH Kecamatan Labuan dalam komentarnya mengatakan, pengurangan KPM-PKH se-kabupaten Pandeglang masih dalam tahap proses, artinya sekalipun ada ketentuan harus 9000 yang akan menerima manfaat orogram tersebut, tetapi tidak sedikit yang akan gigit jari, dan itu bukan berarti angka pasti, sebab yang menentukan hal tetsebut adalah
yang 9000 sudah pasti, tetapi yang dasil 4 dan dasil 4 plus itu baru di luar yang 9000, serta harus di validasi oleh pendamping, dan hasil survey Pendamping yang ditugaskan dari Masing-masing Desa.

"Pendamping PKH lah nanti yang akan menentukan apakah Peserta masih layak mendapatkan bantuan uang tunai atau tidak setelah mereka melakukan validasi pada Tiap-tiap peserta,” Jelas Iip saat melakukan koordinasi dengan Ibay Hamdanah Kasie Kesos Kecamatan Labuan.

Ibay sendiri ketika dikonfirmasi Wartawan soal definisi Miskin itu seperti apa, serta yang menyandang prediket sosial menengah seperti apa. "Salah satunya dilihat dari fisik rumah kemudian beban hidup yang setiap hari dilakoni," tutur Ibay. (Rus/Irf) 

close
Banner iklan disini