Negara Dirugikan !!, Hanya 2 Website Desa Di kecamatan Cisata Sisanya Kemana...?????
Kontributor SBNews.co.id dalam menjalankan tugas peliputannya dilengkapi dengan Id Card yang masih berlaku serta namanya tercantum di box redaksi. Jika anda memiliki keluhan terkait kinerja tim kami dilapangan silahkan hubungi 08772666229

Negara Dirugikan !!, Hanya 2 Website Desa Di kecamatan Cisata Sisanya Kemana...?????

06 Juli 2019


Menulusuri keberadaan website Desa yang didanai oleh negara penuh dengan fenomena yang unik terjadi dilapangan, Ketidaktahuan para Kepala Desa terhadap website yang telah dibelinya melalui vendor atau pembuat jasa website itu, akankah membawa dirinya terjerat hukum. Pasalnya Website  telah dibiayai oleh negara dari Dana Desa(DD) tahun 2018 pada kenyataannya hingga kini website tersebut tidak bisa diakses, bahkan adapula yang bisa diakses namun tanggal pembuatannya di tahun 2019 selain itu ada juga ada yang tidak difungsikan oleh operatornya, lucunya  Kepala Desa sebagai Pengguna Anggaran itu tidak pernah tahu website miliknya sendiri


Pandeglang-Banten SBNews.co.id - Tak hanya dikecamatan Carita sebagaimana diberitakan sebelumnya di media ini, Website Desa di kecamatan Cisatapun mengalami hal yang sebagaimana terjadi dikecamatan Carita, pasalnya web tersebut tidak dapat diakses. Dengan satu permasalahan dan lain hal yang relatif sama mereka semua ( Kepala Desa ) tidak memahami terhadap website itu.

Kepala Desa Cibarani Cecep mengaku dirinya belum faham terhadap website tersebut namun mengingat ini merupakan keseragaman serta penggunaan website ini menjadi sebuah keharusan guna mempercepat sistem informasi kepada umum dengan anggaran 17 juta itu, pihaknya telah melunasi setoran itu berikut biaya untuk bintek operator sebesar 8 jutaan, ujarnya.
Ditempat yang sama salah satu tenaga fungsional kecamatan Cisata Hadi kepada SBNews.co.id mengatakan, program website desa dikecamatan Cisata memang telah dilaksanakan sejak setahun lalu, namun hingga kini hanya dua Desa yang Websitenya bisa diakses yaitu. Desa Cisereh dengan Pasireurih dan yang lainnya belum bisa diakses.
“ pembuatan web ini seluruh desa disini memang sudah membuat saat tahun 2018 lalu sebagaimana diaangarkan pada pengajuan Dana Desa tahun lalu, adapun pelaksanaan pembuatan web ini kita tidak menggunakan vendor Lintas Data atau yang lainnya, namun kita berdayakan pengusaha lokal, “ ujarnya.
Ia menambahkan, selama spek teknis dan standarisasi dari web itu sama dengan yang lainnya tidak ada salahnya kita gunakan pengusaha lokal itu. Namun jujur ia katakan kalau website desa dari 9 desa yang ada di kecamatan Cisata hanya 2 yang bisa diakses, hal ini bisa saja terjadi karena belum perpanjang hosting atau domain, ungkapnya. (dad)

close
Banner iklan disini