Jalan Kabupaten, Desa Jayamekar Jiput Terkesan Diabaikan
Kontributor SBNews.co.id dalam menjalankan tugas peliputannya dilengkapi dengan Id Card yang masih berlaku serta namanya tercantum di box redaksi. Jika anda memiliki keluhan terkait kinerja tim kami dilapangan silahkan hubungi 08772666229

Jalan Kabupaten, Desa Jayamekar Jiput Terkesan Diabaikan

12 Juli 2019

Pandeglang Banten, SBNews.co.id - Pengguna manfa'at jalan kabupaten dari desa Jayamekar kecamatan Jiput menuju wilayah kecamatan Carita kabupaten Pandeglang - Banten yang menghubungkan langsung dengan jalan Nasional (protokol), Masyarakat sekitar mayoritas menggunakan jalan pintas itu untuk menuju jalan raya pantai Carita penghubung antar provinsi.

Sudah sering jalan tersebut masuk dalam pengajuan atau pembahasan Musrenbangdes bahkan Musrenbangkec, namun tak kunjung mendapat perhatian pemerintah kabupaten Pandeglang, hal tersebut menjadi salahsatu kekecewaan warga desa Jayamekar khususnya terhadap pemerintah daerah kabupaten Pandeglang.

"Jalan tersebut yang kerap dikeluhkan warga desa sudah sering kami masukan dalam pembahasan musyawarah rencana pembangunan tingkat desa maupun tingkat kecamatan Jiput," tutur Oji Madroji, S.E, Kepala Desa Jayamekar Kecamatan Jiput.

"Bahkan hampir setiap Tahun, Kata Oji, pihak desa mengajukan melalui proposal kepada pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) kabupaten Pandeglang, namun sampai sekarang belum juga ada jawaban atau realisasinya," ungkapnya.

Lebih lanjut Oji mengatakan, menurutnya dari segi pemerintahan desa Jayamekar tesmasuk salah satu desa yang paling disipliner dalam pelayanan terhadap masyarakat, hal itu terbukti bahwa desa Jayamekar adalah peringkat pertama tingkat kecamatan dan peringkat keempat tingkat kabupaten Pandeglang dalam Lomba desa.

"Lomba desa tersebut kami raih dari Hasil penilaian dalam pengelolaan bidang pemerintahan, kewilayahan dan bidang kemasyarakatan yang dilaksanakan pada bulan Maret 2019," jelas Oji.

"Namun sekalipun kami bergigih memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas kerja dalam hal pelayanan, bahkan kami bekerja termasuk 24 jam yang kami laksanakan, namun prestasi yang kami dapat tidak menjamin untuk mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah Pandeglang, karena salahsatu harapan besar kami untuk membangun jalan tersebut tidak kunjung terealisasi," pungkas Kepala Desa itu tanpa mengurangi semangatnya. (Irf)

close
Banner iklan disini