Di Banten Ada Proyek I07 Milyar Ditambal Gratis

Di Banten Ada Proyek I07 Milyar Ditambal Gratis

22 July 2019

foto Ruas jalan Sumur-Cibaliung-Muara Binuangeun yang baru dilaksanakan pembangunan yang
 sudah rusak lagi walau pekerjaan belum selsai 100%

“ Luar biasa ada pengusaha yang mengaku dirinya wartawan pada proyek dengan anggaran yang fantastis.Pembangunan Ruas Jalan Sumur-Cibaliung Muara Binuangeun yang baru saja dilaksanakan perbaikan namun sudah banyak kerusakan, sosial kontrol menilai ada dugaan pengurangan mutu dan kwalitas dari material yang digunakan oleh pihak pelaksana proyek sementara pelaksana beralibi jika jalan rusak lagi karena angkutan mobil proyek yang melintasi ruas jalan yang belum final 100 persen “

Serang Banten, SBNews.co.id - Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Masyarakat Anti Kriminalitas (GMAKS) Saeful Bahri mengemukan, hal ini dipandang perlu sosialisasi dari TP4D kepada masyarakat secara luas tentang kapasitasnya ,fungsi dan peranannya sebagaimana tujuan dari adanya TP4D.

Pasalnya tidak semua paket kegiatan yang ada pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dalam pekerjaanya didampingi oleh TP4D itu, “ sejatinya proyek yang didampingi oleh TP4D harus berjalan mulus tanpa ada masalah namun nyatanya masih banyak kekurangan dan berpotensi adanya tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara,” ujar Ketua GMAKS.

Lanjutnya, pengawalan dan pendampingan paket proyek tersebut tidak selamanya selalu didampingi dilapangan setiap hari dalam perjalanan pelaksanaan proyek itu.

Menyoal tentang Proyek pembangunan preservasi dan pelebaran jalan menuju standar ruas jalan raya Sumur - Cibaliung - Muara Binuangen kabupaten Pandeglang - Banten dengan menelan anggaran total Rp 107 M ini, GMAKS berharap adanya peninjauan dari semua unsur terhadap pelaksanaan proyek itu. Pasalnya dalam proyek ini meski pekerjaan belum selsai, namun kuat dugaan  kontraktor yakni PT. Pundi Viwi Perdana, dinilai kurang profesional dalam pengerjaan jalan tersebut, dapat dibuktikan dengan hasil pekerjaan yang sudah mulai kembali hancur, ujarnya.

Pihaknya meminta TP4D yang sudah dibuat agrement menjadi pendamping, pengawalan dan pengawasan proyek ini agar menjalankan fungsi pengawasannya dengan profesional sebab sangat jelas proyek 107 Milyar ini didampingi oleh TP4D, jelasnya.

Sementara itu, Riana yang mengaku dirinya sebagai pelaksana teknis dilapangan dari PT. Pundi Viwi Perdana, mengatakan kepada media ini, kerusakan kembali pada spot diruas jalan Sumur - Cibaliung - Muara Binuangen yang sedang dilaksanakan ini akibat dari kualitas jalan sebelumnya yang berstatus jalan kabupaten dengan kekuatan jalan dibawah tonase 6 Ton. Namun dalam pelaksanaan proyek ini terjadi lalu lalang mobil pengangkut material untuk proyek ini dengan bobot kapasitas lebih dari 6 ton. “ jadi hasil pekerjaan yang sudah selsai itu kembali rusak namun kita upayakan untuk dilakukan perbaikan lagi,” ucap Riana.

Hal senadapun yang dikatakan H. Agus Supriatna yang mengaku sebagai wartawan juga sebagai pelaksana dilapangan di proyek itu mengatakan, kerusakan atas jalan yang telah dibangun dibeberapa spot pada ruas jalan itu pihaknya telah melakukan penambalan serta diatasnya menggunakan wiring (AC WC ) setebal 4 cm dan belum final.

“ Bahkan kini kami telah menambalnya dengan pakai Base A tapi memakai Cement Treated Base ( CTB) dengan gratis tidak masuk volume tagihan karena kita  mau yang terbaik buat proyek ini,” ujar pengusaha yang mengaku wartawan ini.(dad)
  


close
Banner iklan disini