107 Milyar Lebih Anggaran Pembangunan Jalan Diduga Pekerjaannya Asal

107 Milyar Lebih Anggaran Pembangunan Jalan Diduga Pekerjaannya Asal

15 July 2019

Pandeglang Banten, SBNews.co.id - Proyek pembangunan preservasi dan pelebaran jalan menuju standar ruas jalan raya Sumur - Cibaliung - Muara Binuangen kabupaten Pandeglang - Banten terlihat kurang maksimal dan terkesan asal jadi, pasalnya pekerjaan pengaspalan yang baru hitungan hari sudah terpantau mengelupas alias murudul. 

Padahal pembangunan jalan tersebut dengan dana sebesar Rp. 107.876.587.000.00, yang di anggarkan oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KEMENPUPR) melalui Direktorat Jendral Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II provinsi Banten (PPK 2 PJN II Banten), Sumber dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang dilaksanakan oleh pihak kontraktor yakni PT. Pundi Viwi Perdana, dengan diawasi oleh pihak Konsultan Supervisi PT. Seecond, PT. Triduta Mitraparama, PT. Disiplan Cons, dan PT. Matra Rekayasa Internasional (KSO).

Hasil pantauan pihak perkumpulan Jaringan Aspirasi Masyarakat Peduli Banten (JAM-P BANTEN)  atas keadaan Hotmix jalan raya tersebut baru seumur jagung sudah mulai hancur mengelupas.

"Hasil cross cek kami dibawah, proyek pembangunan peningkatan jalan raya itu paktanya terlihat sudah merupul, apakah ini yang dinamakan pelaksanaan pembangunan maksimal," tutur Sujana pihak Jam-P Banten, Minggu (14-07-2019).

"Semuanya juga, masih kata Sujana, tentu berharap yang sama, yakni menginginkan pembangunan tersebut dilaksanakan secara maksimal agar hasilnya cukup berkualitas, dan manfaat dari anggaran yang cukup besar itu dirasakan oleh masyarakat dengan waktu yang cukup lama," katanya.

Anggota perkumpulan Jam-P Banten itupun mengatakan, pembangunan yang bernilai miliaran itu terpampang bahwa proyek tersebut tentunya dalam pantauan Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D), namun apakah hasilnya harus seperti yang terpantau di Lokasi pelaksanaan kegiatan itu.

"Jika proyek pembangunan itu dalam pantauan TP4D, tentunya hasilnyapun mesti memberikan kepuasan terhadap masyarakat pengguna jalan raya tersebut, dan yang pastinya bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara luas dengan waktu yang tidak sebentar," jelas Sujana.

"Maka kami pihak Jam-P Banten, Lanjut Sujana, meminta kepada pihak TP4D itu segera turun langsung ke Lokasi pembangunan, dan menegur pelaksana tersebut agar melaksanakannya lebih maksimal dan berkualitas hasilnya," pungkasnya. (Irf)

close
Banner iklan disini