Part 2 : Buyung Lapau Juara I Diklatpim IV, Membuat Amran Nur Kagum

Dari kiri: H. Buyung Lapau,S.Sos,M.Si dengan istri tercinta Masdiana. (Foto: Dok. Buyung Lapau)


Sawahlunto, SBNews – “Siapa itu Buyung Lapau,” ujar (Alm) Ir. Amran Nur, Walikota Sawahlunto saat itu, bertanya kepada Erfan, Assiten III Pemerintahan Kota Sawahlunto. Pertanyaan tersebut dikarenakan H. Buyung Lapau,S.Sos,M.Si muncul sebagai Rangking I (Kesatu) pada Diklatpim 4 dan mengekspos karya tulisnya yang berjudul ‘Penerapan Anggaran Berbasis Kinerja’, pada saat acara penutupan diklat dihadapan Walikota Sawahlunto dan Kepala Badan Diklat Provinsi Sumatera Barat.

Kegemilangan karier Buyung Lapau mulai tampak, usai menamatkan pendidikan S2 UGM (Universitas Gadjah Mada) Ia menjabat Kasubag Anggaran di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) DPKD (Dinas Pendapatan dan Keuangan Daerah) saat itu, tahun 2002.

Kemudian, pada tahun 2004, Ia diberikan kenaikan pangkat III/c dan diangkat sebagai Plt. Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Sekretariat Daerah Kota Sawahlunto, yang seharusnya jabatan/ job tersebut dijabat dengan pangkat III/d.

Usai pertanyaan heran tersebut muncul dari mulut Amran Nur, Ia ternyata memperhatikan kinerja Buyung Lapau. Dan tiba – tiba Amran Nur, yang pernah dianugerahi sebagai Tokoh Perubahan oleh Tempo Group ini, menyampaikan sesuatu yang mengejutkan kepada Buyung Lapau.

“Sebelum saya habis masa jabatan di tahun 2013 nanti, Saya akan angkat kamu jadi Pejabat Eselon 2,” ungkap Amran Nur, sebagaimana yang ditirukan oleh Buyung Lapau.

Maka, dengan diangkatnya Buyung Lapau sebagai Pejabat Eselon 2, Ia akhirnya menjabat sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Sawahlunto pada Bulan Juli Tahun 2012, hingga saat ini. Sebelumnya menjabat Kepala BPKAD, Buyung Lapau sempat menjadi Sekretaris DPKD (Dinas Pendapatan dan Keuangan Daerah) dari Tahun 2008 – 2012.

Dikalangan Pemerintahan Kota Sawahlunto, Buyung Lapau adalah sosok yang disenangi, baik oleh anak buahnya di BPKAD maupun antar Kepala OPD. Dalam berbagai urusan Buyung Lapau selalu fleksibel, namun tetap taat dengan aturan.

Kepiawaian Buyung Lapau dalam urusan keuangan dan pemerintahan, tidak bisa dipungkiri menjadi buah bibir banyak orang. Tak hayal, Walikota Sawahlunto sejak Amran Nur, Ali Yusuf dan Deri Asta saat ini, cukup senang dengan kinerjanya.

Dilain sisi, sebagai pejabat di birokrasi, Buyung Lapau adalah orang yang tidak pernah mau berdiam diri, bekerja rutin dan menerima gaji serta tunjangan bulanan saja. Ia adalah seorang innovator bisnis dan cukup cerdas, hal itu dibuktikannya dengan berinvestasi pada usaha perkebunan dan rumah makan.

Bisnis rumah makan Buyung Lapau, yang dimilikinya di dua tempat (Silungkang – Santur di Kota Sawahlunto), sangat diminati dan tidak pernah sepi, apalagi rumah makan tersebut menyediakan gulai Ikan Karang khas Pariaman. Selain itu, Ia juga membuka rumah makan barunya di Seberang Padang, Kota Padang dengan nama yang sama pada dua rumah makannya di Kota Sawahlunto, yakni nama panggilan istrinya sendiri; RM Ana.

Saat ini, Buyung Lapau sedang didorong maju untuk kampung halamannya sendiri ke Kabupaten Padang Pariaman, agar mencalonkan diri menjadi Bupati pada tahun 2020 mendatang. Karena Padang Pariaman, perlu adanya sosok yang cerdas dan memiliki etos kerja seperti Buyung Lapau.

Berita Part 1 Sebelumnya, 
Part 1: Membongkar Sosok Buyung Lapau, Santer Disebut Balon Bupati Padang Pariaman

Tetapi, kerendahan hati Buyung Lapau tidak bisa didustai; ketika ditanya soal pencalonan, Ia selalu menjawab dengan santai tanpa sedikitpun menunjukkan ambisiusitasnya ingin berkuasa.

“Seperti yang pernah saya sampaikan, bahwa saya masih ASN (Aparatur Sipil Negara) dan bersisa masa bakti 5 (lima) tahun lagi. Untuk maju ataupun tidak, tentu perlu pertimbangan yang matang,’” ungkap Buyung Lapau kepada SBNews. (RICO ADI UTAMA)

Label: