Heboh Parkir dan Sewa Tikar serta Makanan Mahal di Pantai, Ini Jawaban Wako Pariaman

Heboh Parkir dan Sewa Tikar serta Makanan Mahal di Pantai, Ini Jawaban Wako Pariaman

11 June 2019

Pantai Gandoriah. (Foto: Rico Adi Utama)


Pariaman, SBN – Pergi berwisata membawa keluarga sembari merayakan Idul Fitri adalah agenda besar dan rutin bagi ummat Muslim di Indonesia, setiap tahunnya. Namun, tidak semua perjalanan wisata itu berkesan bahagia dan memuaskan. Terkadang, ada pula rasa ketidakpuasan dan kesal saat berkunjung ke tempat – tempat wisata yang mereka tuju.

Dari mulai parkir, pelayanan, harga dan fasilitas yang tidak sesuai harapan, menjadi keluh kesah wisatawan. Masa dulu, semua ketidakpuasan itu ditelan mentah – mentah dan teralihkan oleh alasan moment tahunan dan dianggap wajar.

Namun, dengan berkembangnya teknologi saat ini, apalagi dunia seakan dalam genggaman saat menggunakan ‘HP-Android-Gadget’, orang seketika bisa saja langsung mengekspresikan keluh kesah mereka tanpa pikir panjang. Mereka dengan sigap mengupdate postingan keluh kesah tersebut di beranda medsosnya dengan membabi buta, tanpa memikirkan siapa yang akan dirugikan dengan postingan  tersebut.

Itulah yang terjadi tentang Pantai Padang dan Pantai di Pariaman, Provinsi Sumatera Barat akhir – akhir ini. Netizen memosting beberapa komentar salah satu pengunjung di Pantai Pariaman yang berkeluh kesah karena mahalnya harga parkir, tikar dan makanan.

Berikut postingannya:
Screnshot Netizen soal harga mahal di Pantai Pariaman. (Sumber: Int)


Entah postingan tersebut benar adanya atau mungkin hoax, namun kehebohan tidak bisa dipungkiri merebak menjadi diskusi panas di beranda group Facebook dan saluran media sosial (medsos) lainnya.

Menjawab kehebohan itu, Genius Umar, Walikota Pariaman kepada SBNews memberikan klarifikasinya dengan sangat tegas dan menantang.

“Kadang pengunjung kurang faham batas wilayah Kota Pariaman dengan Kabupaten Padang Pariaman. Kalau mau coba harga makanan di Pariaman, silahkan datang ke Kota Pariaman. Kalau ada yang mamakuak Harga  (Indo: menjual dengan harga selangit), tunjukkan dimana rumah makannya,” ujar Genius, melalui pesan WhastAppnya kepada SBNews, pagi tadi (11/6/2019).

Sementara itu, Sandra, salah seorang Pedagang di Pantai Gandoriah yang dikonfirmasi SBNews menjelaskan, bahwa harga kelapa muda, jus dan makanan yang Ia jual ternyata dengan harga normal, seperti hari – hari biasa saja.

“Kami menjual jus, kelapa muda dan makanan masih dengan harga normal. Jus dan Kelapa Muda hanya Rp. 10.000,- (Sepuluh ribu rupiah) saja,” ujar Sandra.

Senada dengan Sandra, Sulastri, pengunjung Pantai Gandoriah asal Baso Kabupaten Agam, merasakan bahwa wisatanya di Pantai Gandoriah bersama keluarga sangat nyaman. Harga makanan yang mereka beli tidak tinggi.

“Kami beli makanan harganya normal – normal saja. Disini berwisata sangat nyaman dan keluarga terhibur,” ungkap Sulastri.

Pedagang: Dibeberapa Tempat Memang Mahal
Ketika SBNews menelusuri beberapa pedagang di Pantai Sunua Pariaman, mereka mengakui  tahu soal kabar mahalnya harga dibeberapa tempat. Tapi, di Pantai Sunua harga terbilang masih sangat normal, baik itu nasi dan lauk pauknya, jus dan beberapa makanan yang tersedia di sepanjang pantai tersebut.

“Ia dibeberapa tempat, seperti pantai*** memang mahal. Teman saya sempat bercerita risih telah kena pakuak (Indo: harga mahal selangit) saat membayar makanan di pantai tersebut, malah sempat makan satu orang Rp. 100.000,- (Seratus ribu rupiah). Kalau di Pantai Sunua, sangat murah dan harga normal – normal saja walaupun moment lebaran,” ungkap pedang Jus kepada SBNews.

Oleh sebab itu, menyikapi informasi – informasi mahalnya harga dibeberapa tempat ini ataupun tidak, Pemerintah Kota Pariaman termasuk Kabupaten Padang Pariaman yang juga memiliki wisata pantai, perlu melakukan chek and richek dan/ atau sidak langsung kelapangan.

Sehingga, apabila memang ditemui fakta adanya pedagang nakal yang melakukan ‘pakuak’ harga serta tukang parkir yang tidak sesuai aturan, mesti harus diberikan peringatan hingga sanksi. (RICO ADI UTAMA)

close
Banner iklan disini