Polemik Perades Munjul Berlanjut, Insentif Pun Dipangkas

Polemik Perades Munjul Berlanjut, Insentif Pun Dipangkas

26 May 2019

Asep (Kiri) & Rendi (Kanan) saat dikonfirmasi berkaitan polemik di desa Munjul
Pandeglang Banten, SBNews.co.id - Sejumlah Perangkat Desa (PERADES) Munjul kecamatan Munjul kabupaten Pandeglang - Banten menjadi polemik yang tidak berakhir. Pasalnya 7 orang Perades Munjul terancam diberhentikan secara sepihak oleh kepala desa, bahkan Insentif Tahun 2018 terakhir selama 7 bulan dibayar pada bulan Mei 2019 disertai potongan guna pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Ironisnya, pembayaran Insentif tersebut diserahkan dengan cara pemanggilan ke Tempat kediaman salahsatu pegawai kecamatan Munjul, disertai penyodoran surat pengunduran diri selaku perangkat desa yang harus ditandatangani.

"Saya juga merasa heran, kenapa harus ambil Insentif di rumah pegawai kecamatan, bukannya dibayarkan melalui rekening tabungan (Bank), dan saya menerima Insentif dari tangan Ibu Iar Suarsih sebesar Rp. 6.345.000, padahal seharusnya saya menerima insentif untuk Tujuh Bulan sebesar lebih dari Rp.9.000.000. Potongan insentif tersebut dikatakan Ibu Iar Suarsih kepada saya untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)," ungkap Asep Kaur Pelayanan desa Munjul.

"Selain pemotongan insentif, kami juga disodorkan surat pengunduran diri selaku perangkat desa Munjul oleh ibu Iar Suarsih, dan harus menandatangani surat itu beserta menandatangani surat serah terima insentif," imbuhnya.

Kejanggalan tersebut dikatakan Rendi, dirinya dengan berat hati menerima Insentif tersebut karena harus menandatangani surat pengunduran diri yang disodorkan Iar Suarsih.

"Tadinya saya tidak Mau menandatangani Surat pengunduran diri yang disodorkan oleh ibu Iar Suarsih, tetapi saya seolah diancan dan dipaksa, bila tidak mau menandatangani Surat pemunduran diri, maka uang insetif tidak akan diberikan kepada kami," beber Rendi.
Mupidin (Kiri) bersama pihak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)

Senada dikatakan yang lainnya termasuk Mupidin, selain pemecatan sepihak, terjadi juga pembayaran Insentif aparatur desa munjul yang dibarengi  penyodoran Surat pengunduran diri oleh pihak kecamatan yang harus ditandatangani penerima insentif, yakni 7 orang perangkat desa Munjul, namun dirinya beserta Hilman dan Yuli belum menerima insentif itu.

Terpisah dikatakan Iar Suarsih, S.Pd, selaku Kasi Pemerintahan kecamatan Munjul mengatakan, ia menyerahkan insentif bersama berkas pengunduran diri serta lembaran serah tetima insentif yang harus ditandatangani oleh perades itu atas perintah Camat kecamatan Munjul. 

"Saya menerima uang dari pak camat untuk diserahkan kepada perades selaju penerima insentif dengan jumlah sebesar Rp. 50.000.000, dan saya serahkan insentif tersebut kepada 4 orang perades, sementara yang 3 orang lainnya belum menerimanya, maka sisa uang tersebut saya serahkan kembali bersama Berkas-berkas itu kepada pak Camat. Saya hanya sebatas menjalankan perintah atasan tidak ada maksud lain, untuk lebih jelasnya silahkan temui pak camat Untuk," jelas Iar Suarsih. (Sad)

close
Banner iklan disini