Sekda Pandeglang Minta Musrenbang Harus Penuhi Empat Aspek
Kontributor SBNews.co.id dalam menjalankan tugas peliputannya dilengkapi dengan Id Card yang masih berlaku serta namanya tercantum di box redaksi. Jika anda memiliki keluhan terkait kinerja tim kami dilapangan silahkan hubungi 08772666229

Sekda Pandeglang Minta Musrenbang Harus Penuhi Empat Aspek

19 Februari 2019


Sekda Pandeglang saat Musrenbang tingkat Kecamatan Saketi Selasa (19/2)

Pandeglang, SBNews.co.id - Saat ini Kabupaten Pandeglang sedang melaksanakan kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan tahun 2019. Hal ini, untuk menentukan program kegiatan skala prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun 2020 mendatang. "Saya harap pelaksanaan Musrenbang Kecamatan memenuhi empat aspek yaitu partisipasi masyarakat, teknokrasi, pokok pikiran DPRD (reses), dan buttom up," demikian dikatakan Sekretaris Daerah  Pery Hasanudin saat melakukan Musrenbang di Kecamatan Saketi,  Selasa (19/2).

Lebih lanjut Pery mengatakan, dengan mencakup empat aspek tersebut seluruh program yang dilaksanakan akan mencakup kebutuhan dan aspirasi masyarakat. "Saya minta pro-aktif dari masyarakat agar program dirasakan masyarakat. Perhatikan tentang kualitas dan kuantitas infrastruktur," harapnya.

Walaupun empat aspek itu harus terpenuhi, Sekda berpesan, jika program yang diajukan harus skala prioritas untuk kepentingan masyarakat. "Apapun yang akan dimusyawarahkan yang betul menyentuh masyarakat. Contoh kita buat program embung harus dapat dirasakan masyarakat," tegasnya.

Sementara Camat Saketi Hasan Bisri mengatakan, bebara fokus pembangunan yang diajukan dalam Musrenbang tahun 2019 adalah infrastruktur, pipanisasi (air bersih), Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pemberdayaan ekonomi masyarakat, pendidikan, kesehatan dan pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA). "Banyak yang harus dilakukan,  karena di kami masih banyak warga yang rumah tidak layak huni, butuh air bersih dan pembenahan pendidikan serta kesehatan," katanya.

Terkait Pendidikan dan Kesehatan, Hasan Bisri,  akan mengajukan untuk pembangunan ruang belajar dan pembuatan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). "Tenaga pendidik dan rombel harus kami perhatikan. Di kami memang ada beberapa kasus stunting, untuk itu butuh penanganan konverhensif, dan menghilangkan paradigma buruk di masyarakat untuk konsumsi makanan ibu hamil seperti tidak boleh makan makan telur takut abses (bisulan), " terangnya.

Diakhir acara diberikan penghargaan bagi desa yang melaksanakan Musrenbang terbaik yaitu untuk    Desa Medalsari, Desa Girijaya, dan Desa Sindang Hayu. Hadir dalam acara ini Kepala BAPPEDA Kurnia Satriawan, Kepala DPMPD Tofik Hidayat, pea Kepala Desa, Ormas, BPD, dan Tokoh Masyarakat.(hms-red)

close
Banner iklan disini