HOK Pembangunan RTLH Banyumekar - Labuan Jangan Sampai Disikat Tikus

HOK Pembangunan RTLH Banyumekar - Labuan Jangan Sampai Disikat Tikus

11 February 2019

Pandeglang Banten, SBNews.co.id - Tukang kerja yang merasa kesal terhadap upah kerja yang tidak mencapai target sesuai perjanjian yang diketahuinya, rasa kesal dan kecewa para Tukang pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di desa Banyumekar serta umumnya di kecamatan Labuan menerima upah yang diduga tidak sesuai yang ditentukan pemerintah.

Untuk upah Harian Ongkos Kerja (HOK) pelaksanaan pembangunan RTLH tersebut seharusnya sebesar Rp. 14.000.000 per Unit, namun kenyataan yang diterima oleh para Tukang hanya sebesar Rp. 8000.000 per Unitnya, hal tersebut tidak sesuai perjanjian awal.

"Perjanjiannya untuk HOK per Unit RTLH itu sebesar Rp.14.000.000, tetapi kenyataannya yang saya terima hanya sebesar Rp. 8000.000 per Unit, dan kebohongan tersebut sangat mengecewakan saya selaku Tukang dan para pekerja," ungkap salah seorang Tukang yang melaksanakan pekerjaan pembangunan RTLH Banyumekar.

"Dengan HOK 8 juta itu, tambah Tukang, sebenarnya membuat saya bingung membagi bagikannya kepada Empat orang pekerja, karena tidak sesuai perjanjian, makanya saya merasa kesal bekerja untuk pembanguna RTLH yang sekarang berjalan, dan saya terima upah itu dengan bentuk uang tunai dari kepala desa setempat, bukan dari yang lain, untuk mekanisme serah terima upah atau HOK tersebut, saya juga tidak begitu paham," tandasnya.

Di Tempat terpisah, Hapid Usman Kepala Desa Banyumekar menjelaskan, bahwa dana HOK itu diberikan kepada Tukang pembangunan RTLH tersebut bukanlah dirinya yang mengelola, melainkan ia juga penyampaian dari salah seorang pengusaha yang berdomisili di daerah Serang. 

"HOK pembangunan RTLH itu bukan saya yang ngatur, tetapi saya sebatas menyampaikan kepada Tukang dari yang bernama Dian, salah seorang pengusaha jasa kontruksi yang tinggal di daerah Serang - Banten," jelas Hapid.

"Dan saya baru satu kali, Lanjut Hapid, ketempat yang mengatur HOK itu, mungkin belum semuanya dilunasi sesuai perjanjian, toh pekerjaannya juga belum selesai semuanya, serta belum serah terima kunci seutuhnya," pungkasnya. (Irf)

close
Banner iklan disini