Dua Wanita Bertabrakan, Pengemudi Mobil Takut Lapor Polisi

Dua Wanita Bertabrakan, Pengemudi Mobil Takut Lapor Polisi

22 February 2019



Sri Lestari korban pengebdara sepeda motor yang sedang  dirawat di  RS. Arsani
Sungailiat, (Babel), SBNews.co.id -Proses upaya damai antara kedua korban tabrakan yang terjadi di simpang Samonghiri, Kamis (21/02/19) kemarin, terjadi perdebatan yang sengit pasalnya, Sri Lestari pengendara motor meminta atas biaya perbaikan motornya yang rusak dalam tabrakan itu.

Sri Lestari korban pengendara sepeda motor yang berprofesi pedagang, meminta pertanggungan biaya   kepada pengendara Mobil  Aminah yang mengaku sebagai salah satu pengurus pada Pondok Pesantren di Baturusa.

Awalnya Aminah mau bertanggung jawab atas pengobatan dan kerugian yang menimpa kendaraan roda dua milik Lestari serta  biaya pengobatan di  Rumah Sakit Arsani.

Lestari mengatakan, saya punya  BPJS jadi bisa biaya sendiri tetapi dari pihak Rumah sakit meminta agar korban kecelakaan harus  ada keterangan dari Polres Bangka dan Samsat. “ namun pihak pemilik mobil itu tidak mau, kami pihak mobil tidak mau berurusan dengan hukum,” ujar wanita pedagang ini.

Sementara Aminah pemilik mobil mengatakan , pihaknya akan menjamin biaya pengobatan termasuk kerusakan, ucapnya.

Pertemuan malam  harinya pihak korban lanjutkan urusan pertanggung jawaban di rumah kediaman  Lestari. Aminah yang didampingi Mahmud tidak mau memperbaiki motor yang yang rusak, pasalnya mobil mereka juga banyak rusak.

Sementara  keluarga Sri Lestari tetap minta ganti rugi atas kerusakan kendaraan motornya, karena kami  merasa benar, jika mau proses hukum saja,tegasnya.  (Hadi Babel)


close
Banner iklan disini