Bantuan KUBE Desa Cisereh Kecamatan Cisata Dipolisikan
Kontributor SBNews.co.id dalam menjalankan tugas peliputannya dilengkapi dengan Id Card yang masih berlaku serta namanya tercantum di box redaksi. Jika anda memiliki keluhan terkait kinerja tim kami dilapangan silahkan hubungi 08772666229

Bantuan KUBE Desa Cisereh Kecamatan Cisata Dipolisikan

15 Februari 2019

Omang Kades Cisereh kecamtan Cisata dikediamannya Jumat (15/2/2019)


Bantuan Sosial Kelompok Usaha Bersama (KUBE) untuk kecamatan Cisata diduga dipotong dalam penerimaan dana kepada kelompok sebanyak 5 kelompok senilai Rp 3 juta tiap kelompok. Kepala Desa mengaku ditelpon pihak Polda Banten.

Pandeglang, SBNews.co.id - Menyimak permasalahan bantuan KUBE sepertinya permasalahan klasik berupa pemotongan anggaran serta keterlibatan Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK). Hal terungkapnya dugaan ini didapati atas keterangan Kepala Desa Cisereh Omang Jumat (15/2) dikediamannya.

Pihaknya mengaku telah mendapat telpon dari Polda Banten untuk memberikan keterangan dalam hal dugaan pemotongan Kube serta Bantuan Mushola. " Ya saya telah menghadap pihak Polda untuk menjelaskan dugaan potongan Kube dan Mushola di desanya. Lebih jauh kata Kades, saya tidak terima atas tuduhan pihak yang melaporkan,  jika dirinya telah memotong dana Kube dari kelompok, tegasnya.

Kades menyatakan tidak ada keterlibatan atas pemotongan tersebut, hal ini diperkuat dengan pernyataan kelompok yang sudah dikumpulkan di Kantor Desa Cisereh beberapa waktu lalu, Hasilnya para kelompok menyatakan benar ada pemotongan sebesar 3 juta diatas materai yang diketahui oleh pihak BPD namun, kini berkas tersebut telah diserahkan pada pihak kepolisian, ujar Omang.

Sementara selang waktu yang berbeda Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK)  Cisata Anwarudin yang berhasil dikonfirmasi di Labuan pihaknya mengatakan, benar bahwa adanya panggilan dari pihak Kepolisian kepada Kepala Desa terkait KUBE dan bantuan Mushola dari Bagian Kesra Pemda Pandeglang, namun ia menyangkal atas tudingan potongan 3 juta itu sebagaimana yang dituangkan dalam berita acara kelompok yang dikumpulkan Kades di Kantor Desa.

" Kenapa saya tidak diundang saat adanya pembuatan berita acara tersebut, padahal yang lebih tahu adalah  pendamping atau TKSK " jelas Anwarudin.

Ia merasa kesal atas sembraut program ini, KUBE ini dalam pelaksanaanya adalah melibatkan Kasi Kesra di Desa Cisereh. " Tidak benar itu kalau saya memotong dana KUBE sebesar 3 juta", kilah Anwar.

Menurutnya, uang yang satu juta itu dipergunakan sebagai biaya sebelum program cair bekas operasional dan pengajuan, aku Anwar. Adapun yang 2 juta, ia mengaku tidak mengetahui, namun yang jelas katanya, Kasi Kesra Desa Cisereh Ama Sukarma lebih mengetahuinya pasalnya program yang menyangkut sosial atau kesra ia selalu berperan aktif. (dad )

close
Banner iklan disini