Seorang Warga Tutup Jalan Yang Berlubang Dan Berbahaya

Seorang Warga Tutup Jalan Yang Berlubang Dan Berbahaya

08 December 2018

Kondisi Jalar Raya Labuan-Cilegon yang Berlubang sehingga seorang warga turun tangan
Pandeglang, SBNews.co.id - Menjelang pergantian tahun 2018, ruas jalan raya Labuan - Cilegon terpantau banyak yang rusak dan bolong menganga, sehingga salah seorang warga desa Teluk kecamatan Labuan berinisiatip secara pribadinya menutup jalan yang bolong dengan adukan semen percis di depan rumahnya, Sabtu (08-12-2018).

Seorang warga yang bernama Asep, dirinya sering melihat pengendara roda dua yang terperosok ke lubang jalan raya Labuan - Cilegon percis di depan rumahnya, sehingga ia menyempatkan untuk menutup jalan yang berlubang itu dengan adukan semen dan pasir.

"Saya kasian terhadap pengendara roda dua yang sering terperosok kedalam lubang jalan, sehingga sering pengendara roda dua yang nyaris terjatuh," ujar Asep.

"Karena takut menelan korban maka atas dasar inisiatip sendiri, saya tutup lubang jalan itu dengan adukan semen dan pasir," tambahnya.

Terpisah dikatakan M. Yaya pemerhati Sosial dari Komisi Pembela Hak Asasi Manusia (KPHAM). Dirinya sangat menyayangkan begitu banyaknya jalan yang berlubang dan membahayakan, yang terdapat di ruas jalan Labuan - Cilegon.

"Jalan yang berlubang itu bukan hanya di Km 1 Labuan, melainkan hampir di sepanjang ruas jalan raya Labuan - Cilegon sudah pada rusak dan berlubang, sehingga cukup membahayakan pengendara roda dua khususnya," ungkap Yaya.

Masih kata M. Yaya, belum lama ini pihak pelaku pemeliharaan ruas jalan raya Labuan - Cilegon telah melakukan tambal sulam jalan yang rusak dan berlubang itu, dan mereka melakukan patching untuk beberapa titik jalan yang berlubang, namun masih banyak yang terlewati, bahkan sering terpantau bahwa dilakukannya patching jalan yang tidak langsung diurug alias dibiarkan menganga, bahkan berhari- hari lamanya.

"Yang saya herankan kok kenapa pihak pelaku pemeliharaan jalan raya setiap melakukan patching selalu dibiarkan menganga berhari-hari, sehingga bisa saja membahayakan pengendara Roda dua khususnya, dan hal seperti itu juga harus menjadi perhatian pihak pemerintah yang bersangkutan, jangan Asal saja," pungkas Yaya. (Irf)

close
Banner iklan disini