Pembangunan Jalan Cikadu Desa Tanjungjaya Panimbang Terpantau Asal Jadi & Langgar KIP

Pembangunan Jalan Cikadu Desa Tanjungjaya Panimbang Terpantau Asal Jadi & Langgar KIP

14 December 2018


Pandeglang, SBNews.co.id - Pelaksanaan proyek pembangunan peningkatan jalan di desa Tanjungjaya Cikadu kecamatan Panimbang - Pandeglang diduga dibiarkan asal jadi, dan sangat jelas pekerja diproyek itu terlihat tidak mengutamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta patut diduga telah melanggar Keterbukaan Informasi Publik (KIP).
Pasalnya, proyek pembangunan jalan Rigid pavement itu tanpa adanya papan informasi pembangunan.

Terlihat juga pelaksanaan pembangunan jalan Rigid Pavement itu jelas di Lokasi tersebut para pekerja tidak diberi perlengkapan pengaman keselamatan dan kesehatan bagi para pekerja atau K3. Dan pemasangan alas pelastik beton yang tidak merata.

Dapat disimpulkan, semua itu terjadi akibat lemahnya pengawasan dari pihak konsultan begitu juga lemahnya pihak DPUPR yang bersangkutan. konsultan supervisi di Lokasi pembangunan tersebut mengatakan bahwa pekerjaan itu sudah sesuai, "Pekerjaan ini saya rasa sudah sesuai," ujar seorang jasa konsultan supervisi.
Namun, ketika ditanya mengenai tekhnis pemasangan besi Dowel dan penggunaan pelastik alas beton yang tidak merata, malah dia enggan menanggapinya. 

Masih di Lokasi pembangunan, Torik Aziz dari pihak Sosial kontrol mengatakan, Berjalannya pelaksanaan pembangunan itu diduga tidak menggunakan Vibrator Beton secara menyeluruh, dan hanya beberapa titik yang menggunakan Vibrator tersebut, sehingga menurut dia, terlihat pinggiran beton itu banyak yang kurang padat alias pada bolong seperti keropos, hal itu diragukan isian padat beton kurang maksimal.

"Akibat tidak menggunakan vibra beton banyak pinggiran beton yang terlihat kurang padat serta seperti keropos," katanya.

Curing compound juga terlihat tidak digunakan, padahal penyemprotan compound tersebut sangatlah dibutuhkan untuk menjaga kesetabilan beton, apalagi untuk beton jalan yang produktip, dan akibatnya jalan Cikadu terlihat banyak keretakan dan patah. Parahnya lagi, disebelah ujung jalan itu sangatlah tipis dan itu bisa dibuktikan, sangat disayangkan pekerjaan tersebut tetkesan Asal jadi, kesal Torik.


Sementara penggunaan Curing Beton, Lanjut dia, yang digunakan terlihat dari bahan karung Goni yang tidak begitu rapih, sehingga terkesan Asal-asalan, padahal material yang satu ini berfungsi sebagai penutup beton yang baru saja selesai di cor, dan berbahan non woven geotextile yang difungsikan sebagai curing beton, guna memperlambat efek pengeringan pada beton yang baru selesai dicurah, sehingga biasanya akan cepat mengering akibat panas matahari, maka untuk itu pembasahanpun mesti dilakukan secara rutin dan menghasilkan pengeringan yang maksimal, tetapi hasil dari beton yang penutupannya tidak merata bisa menyebabkan beton mengalami retak rambut (crocodile crack) pada area yang tidak dibasahi serta tidak tertutup itu. 

"Kurangnya penggunaan material seperti pengecatan pada Dowel, serta tidak mengunakan pengaman dowel atau biasa disebut kondom dowel, dan anehnya tekhnik pemasangan besi Dowel yang tidak lajim pada umumnya, terlebih lagi ada beberapa titik tidak dipasangnya tibar beton, atau terpantau penggunaan tibar dengan jarak yang tidak sesuai, terpantau juga material disimpan di tempat terbuka, itu artinya pihak pelaksana tidak menyediakan gudang penyimpanan material," ungkap Torik, dengan nada jengkel. (Irf)

close
Banner iklan disini