Pembangunan Balai KUSUKA Kab. Pandeglang Tanpa Libatkan Jasa Konsultan

Pembangunan Balai KUSUKA Kab. Pandeglang Tanpa Libatkan Jasa Konsultan

08 December 2018

Pisik pembangunan Balai KUSUKA di desa Sukarame kecamatan Carita Pandeglang
Pandeglang, SBNews.co.id - Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan melalui Balai Besar Pengujian Penerapan hasil Perikanan telah membangun Balai Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA) yang berbentuk panggung joglo, di desa Sukarame kecamatan Carita kabupaten Pandeglang - Banten. Pembangunan Balai Kusuka tersebut dilaksanakan oleh pihak jasa kontruksi yakni CV.Delta Maputra, dengan Nomor 2202/BB.III/PL.411/XI/2018.
Pembanbgunan itu menelan Anggaran Rp. 96.800.000
Tahun Anggaran 2018.

Namun pembangunan tersebut sangat disayangkan tidak diawasi atau didampingi keonsultan, sehingga wajar jika pembangunan itu terkesan asal berwujud. Penbangunan Balai Kusuka tidak melibatkan pihak jasa konsultan dikatakan kepala tukang diproyek itu.

"Pekerjaan pembangunan Balai Kusuka ini tidak ada konsultannya, dan pembangunan ini sudah berjalan selama 14 hari kerja," ujar Udin kepala tukang asal Mandalawangi, Sabtu (08-12-2018).

Terlebih lagi diduga pembangunan tersebut dalam pekerjaan pondasi tidak menggunakan alas atau didasari dengan pasir urug. Dan terpantau pekerjaan adukan semen dan pasir tidak menggunakan takaran, hanya dikira kira saja.

Masih kata Udin, bahwa penggunaan material semen dengan merk semen jakarta itu disebabkan DO semen merah putih sudah habis, sehingga pelaksana membeli semen merk jakarta yang dibeli dari toko bangunan yang berada disekitar pembangunan tersebut.

Disekitar pembangunan itu, M. Yaya pihak Komisi Pembela Hak Asasi Manusia (KP-HAM) mengatakan, setau diririnya bahwa yang namanya Kusuka adalah singkatan dari Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan, lalu menurut Yaya, utuk apa pembangunan Balai Kusuka yang berbentuk Panggung tersebut.

"Saya sedikit tidak faham pembangunan Balai Kusuka namun berbentuk Panggung, bukan berbentuk Aula yang layak disebut Balai," kata Yaya.

"Ditambah lagi, lanjut Yaya, pembangunan Balai Kusuka itu tidak melibatkan pihak jasa konsultan pembanguna, seperti yang dikatakan kepala tukang itu, dan proyek itu terkesan asal berwujud," tukasnya. (Irf)

close
Banner iklan disini