LPAI Pandeglang Mengecam SD Malangnengah 2
Kontributor SBNews.co.id dalam menjalankan tugas peliputannya dilengkapi dengan Id Card yang masih berlaku serta namanya tercantum di box redaksi. Jika anda memiliki keluhan terkait kinerja tim kami dilapangan silahkan hubungi 08772666229

LPAI Pandeglang Mengecam SD Malangnengah 2

02 Desember 2018





“ Katanya sudah beres sesuai RAB buktinya masih ada pekerjaan yang tertinggal dan murid-murid lagi yang inisiatif melakukan finishing untuk cat tembok MCK itu, malu-maluin saja. Jangan bilang beres dong tuh pelaksana kalau masih ada sisa.....”


PANDEGLANG, SBNews.co.id - Terkait Murid SD yang dijadikan Tukang Cat Pada salah satu SD di kecamatan Cibitung Pandeglang yang dinilai sudah keterlaluan. Kendati demikian Kepala Sekolah menyangkal jika hal itu adalah bukan atas perintah pihak sekolah melainkan inisiatif murid saja.

Peristiwa itu dinyatakan Kepala Sekolah melalui surat pada Redaksi SBNews.co.id sebagai klarifikasi atas berita itu yang dimuat pada tanggal (12/11/2018) dan pertanggal 13/11/2018 Ketua Komite Holid dan Sukrawi, S.Pd, M.Pd melalui suratnya mengatakan jika, pembangunan MCK tersebut telah selesai dilaksanakan.

Adapun murid-murid yang melakukan pengecatan itu hanya merapihkan dengan ukuran kurang lebih 5 cm x 8 meter dengan tujuan agar cat tembok tidak terkena list.
Selain itu pihak sekolah menyatakan jika proyek MCK dengan ukuran 4 x 7 meter ini yang didanai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai Rp 82.814,- telah dilaksanakan sesuai dengan volume dan RAB yang telah ditetapkan.

Ironis memang apa yang tertuang dalam surat klarifikasi tersebut yang telah menyatakan selesai sesuai dengan RAB bahkan seluruh dana terserap, namun realitanya masih saja ada pengecatan yang tersisa. Hingga akhirnya murid – murid merasa terpanggil untuk menyelesaikan pekerjaan walau penuh dengan resiko yang sangat berbahaya bagi keselamatannya.

Sementara itu Adhar Ketua Lembaga Perlindungan Anak ( LPAI ) Kabupaten Pandeglang Sabtu 1/12/2018 menyayangkan hal ini terjadi pasalnya, hal itu telah melanggar pasal 68 UU No. 13 Tahun 2003 tentang 10 Hak anak salah satunya tentang pendidikan.
“ Kita akan pelajari dan dalami dugaan kasus ini yang melibatkan murid SD Malangnengah 2 ini,” ujar Adhar.

Kalau memang sudah beres dan selesai dan sesuai dengan RAB kenapa murid itu masih menyelesaikan pengecatan tersebut, pungkasnya. (dad )



close
Banner iklan disini