Buang Sampah Ala Calon Politisi, Panwaslu Disinyalir Tak Memiliki Gereget
Kontributor SBNews.co.id dalam menjalankan tugas peliputannya dilengkapi dengan Id Card yang masih berlaku serta namanya tercantum di box redaksi. Jika anda memiliki keluhan terkait kinerja tim kami dilapangan silahkan hubungi 08772666229

Buang Sampah Ala Calon Politisi, Panwaslu Disinyalir Tak Memiliki Gereget

10 Desember 2018

Pandeglang, SBNews.co.id - Gong Hajatan Negara Lima Tahunan yang biasa di sebut Pemilihan umum sebentar lagi akan segera di tabuh, berbagai persiapan para calon politisi yang berniat melenggang ke kursi Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah mulai tingkat Kabupaten, Provinsi dan pusat terlihat tengah berbenah  Mereka sibuk mempersiapkan berbagai atribut dari stiker, banner, baligho, hingga Spanduk baik yang tengah dalam persiapan pemasangan maupun yang sudah di pasang.

Biasanya para relawan atau pihak team sukses atau sponsor,atau relawan dari calon DPR dan DPD tertentu melirik tempat-tempat strategis seperti di perempatan jalan di pinggir jalan raya dan di pusat-pusat keramain dalam menancapkan gambar dari Orang yang di unggulkan.

Lalu berapa jumlah gambar yang harus di pasang di satu Desa satu kecamatan satu Kabupaten satu Propinsi, konon menurut informasi jauh-jauh hari Panitia pengawas Pemilu sudah memberikan aturan atau warning pada Partai peserta Pemilihan Umum maupun pada calon secara personil.

Pertanyaannya sudahkah aturan itu dilaksanakan?. dari hasil Investigasi SB News ternyata Aturan saja tanpa di sertai sanksi ibarat panggang jauh dari api dengan kata lain ketika aturan di terapkan sementara sanksi tidak di laksanakan maka sudah barang tentu akan terjadi satu ketimpangan seperti halnya yang terjadi di beberapa lokasi.

Alhasil dari beberapa banner dan baligho Calon DPR dan DPD yang di pasang di tinggalkan dan di biarkan begitu saja oleh si pemasang banyak yang roboh menutupi jalan mengganggu pemandangan umum ironisnya ketika gambar calon dengan setumpuk kata-kata atas nama Rakyat itu rubuh masuk pada pekarangan rumah warga satupun tiada yang peduli untuk di rapihkan.

Ujung-ujungnya  sudah jelas banner itu lambat laun akan menjadi sampah lantaran rubuh sementara si pemasang jangankan memperbaiki datangpun tidak, padahal belakangan ini soal buang sampah smbarangan sempat di Perbupkan dan di sanksi ketika si pelanggar menabrak Perbup itu. "Mau di perbaiki tidak ada perintah,tidak di perbaiki kayaknya mengganggu," ungkap warga pada SBNews.

Lalu dimanakah peran sang pengawas yang di sebut Panwaslu  para peserta Pemilihan Umum itu.Hingga berita ini di rilis beberapa  gambar kontestan masih banyak tergeletak dan Panwaslu tak pernah unjuk geregetnya sebagai bentuk pertanggung jawaban sekaligus bagian dari tugasnya soal tata aturan pemasangan Banner di khalayak umum itu. "Apa mungkin Pengawas harus di awasi," komentar M Yaya salah satu aktifis LSM Daerah yang membidangi soal kemanusiaan. (Rs/Irf) 

close
Banner iklan disini