Produksi Roti Merk Boga Rasa Bakery Di Desa Cigondang Diduga Ilegal

Produksi Roti Merk Boga Rasa Bakery Di Desa Cigondang Diduga Ilegal

Redaksi
19 November 2017

Kontributor : Irfan Bule
SBNews - Pandeglang - Perusahaan swasta milik Ali yang memproduksi jenis kue berlabel Boga Rasa Bakery sudah beredar sejak 4 tahun dan didistribusikan kebeberapa kecamatan di kabupaten Pandeglang, produksi kue tersebut beralamat di kampung Cigondang desa Cigondang kecamatan Labuan kabupaten pandeglang provinsi Banten diduga ilegal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari salah seorang warga sekitar terkait keberadaan produksi kue yang tidak jelas halal dan tidaknya karena tanpa adanya label halal dikemasan kue itu.

"saya harap ada pihak media ataupun lembaga yang masuk untuk mempertanyakan izin kejelasan halal ataupun tidaknya dari pihak yang berwenang dalam hal itu," pinta warga setempat, sabtu (12/11/2017).

keberadaan produksi kue yang sudah lama beredar dimasyarakat yang meliputi beberapa kecamatan itu diduga tidak memiliki izin produksi serta tidak berlabel Halal, yang dimiliki perusahaan kue itu hanya mengantongi P.IRT yang bernomor 26332001000516 sesuai yang tertera dikemasan kue yang dimaksud.

"saya memproduksi kue dan mendistribusikan ke setiap warungan yang berlabel Boga Rasa Bakery ini sudah berjalan 4 Tahun," ujar Ali produsen kue tersebut.

lebih jauh Ali mengatakan, menurutnya label yang tertera dikemasan itu dia dapatkan dari Jepara jawa tengah, dikarenakan untuk pembuatan izin Depkes di kabupaten Pandeglang sudah ia tempuh namun dipersulit dengan dalih tempat produksi kue tersebut tidak memenuhi setandar rumah produksi.

"saya pernah menempuh izin Depkes namun dipersulit oleh pihak puskesmas Labuan pada tahun yang lalu, dengan alasan bahwa tempat produksi kue yang belum memenuhi standar tempat produksi kue yang saya miliki, dan akhirnya saya bawa label itu dari Jawa Tengah," katanya, di kediamannya.

terlebih lagi produksi kue itu tidak memiliki izin produksi serta tidak menempuh keabsahan halal dan tidak halal begitupun terkait izin yang lainnya.

"saya tidak menempuh izin apapun, karena saya kira dengan mencantumkan P.IRT yang bernomor dikemasan kue itu sudah cukup untuk diproduksi dan didistribusikan kesetiap warungan serta sudah layak untuk dikonsumsi konsumen," pungkasnya.

close
Banner iklan disini